Monday, September 07, 2009

Logo Linux ( TUX ) di ganti ( TUZ ) Simbol kernel 2.6.29


Seiring berjalannya tahun 2009 banyak perubahan yang terjadi di dunia Linux.

Linus Torvald sendiri telah mengumumkan kernel terbaru 2.6.29 yang mendukung file system Btrfs. Btrfs yang dibuat oleh Chirs Mason ini direncanakan akan menggantikan filesystem Ext.

Logo Tuz akan menggantikan Tux Penguin yang merupakan kontribusi dari pihak Linuz terhadap penyelamatan spesies Tasmanian Devil. Bravo Linuz.
Logo Tuz bisa dilihat disini.

Cerita2 tentang alam, Tuz sendiri merupakan tetangga dekat Tux, karena Tux tinggal di kutub selatan sedang Tuz tinggal di selatan Australia yaitu di pulau tasman yang secara geographic berdekatan dan masih bersuhu dingin.

Tasmanian Devil sendiri bisa kita lihat di sini.
yang merupakan hewan carnivora dan marsupial yang hanya bisa ditemukan di pulau tasman. Spesies langka ini mengalami kepunahan dan salah satu penyebab kematian yang menyerang hewan ini adalah Facial tumor atau tumor wajah.

Lewat gerakan opensource ini para pakar Linux telah mengenalkan alam kepada komunitas Linux di seluruh dunia salah satunya dengan mengambil penamaan dari alam. Tentu msh segar dalam ingatan kita release terbaru ubuntu yang diberi code Jaunty jackalope. Jackalope sendiri hewan langka yang baru saya kenal justru karena mengikuti release2 terbaru dari ubuntu.

Kembali ke master logo Linux, Tux penguin. Dari sebuah film dokumenter tentang kehidupan penguin dapat saya generalisasikan antara kehidupan penguin dengan kehidupan komunitas pengguna Linux. Apa itu?

Penguin hidup di iklim yang sangat extreme yaitu di kutub selatan yang sangat dingin. Suhu tertinggi tdk lebih dari 0 derajat dan suhu terendah minus 50 derajat. Untuk mencari makan penguin harus menyelam ke air yang sangat dingin itu untuk kelangsungan hidup mereka.

Komunitas pengguna Linux pun demikian adanya. Hidup di dalam keterbatasan, ketidakcompatibelan, tidak didukung driver dan lain2. Tapi pengguna linux tetap berjuang mencari cara agar sistem operasi linux mereka tetap bisa eksis digunakan sepanjang hari. Bahkan semangat opensource yang menyebabkan pengguna tidak perlu membayar lisensi pun tidak menjadikan Linux booming melebihi pengguna Microsoft. Padahal Linux didukung oleh Vendor yang murah hati seperti Canonical, Sun microsystem, dll. Toh bajakan tetap lebih menarik daripada opensource. Ini homework untuk semua pencinta Linux.

Penguin hidup dalam komunitas yang sangat besar. Dihamparan padang es penguin hidup rukun sesamanya.

Nah, pengguna Linux pun hidup dalam komunitas yang sangat besar dan saling bahu membahu sesamanya untuk menciptakan suatu karya dalam hal ini distro Linux. Linuz pun bahu membahu dengan programmer kernel di seluruh di dunia untuk meng-update kernel Linux. Kita juga bisa lihat distro besar yang berbasis komunitas seperti Debian dan Gentoo. Kita juga bisa melihat Distro yang berbasis vendor seperti Opensuse, Fedora, Ubuntu. Semua saling bekerjasama berkarya mengembangkan distro Linux.

Nah melalui tulisan ini saya mengajak kepada seluruh pengguna linux untuk meneladani semangat hidup para penguin untuk selalu bersemangat dalam iklim yang keras dan penuh tantangan dan untuk selalu rukun dan bekerjasama di dalam komunitas. Kemudian untuk selalu mengenal dan mencintai alam ini sebagai bentuk kepedulian komunitas ini terhadap alam. Back to nature. Green computing Tux and Tuz.

Salam Linux

1 komentar:

  • Monday, February 22, 2010
    asep rustandi Disse:

    WAW,,,,,

    KUREEEENNN

    delete

Post a Comment

 

Catatan kecil seorang newbie Copyright © 2012 Powered by Blogger